Rokan Hilir – saya selaku wali murid sekaligus Deriktur Media KOBKATIMES. COM untuk Meluruskan tentang tudingan Fungli infak pembangunan Musholla SMAN1 Bangko kecamatan Bangko. 29 april 2025
Dalam hal ini awak media Kobkatimes. Com kembali untuk mencari dan menyelusuri kebenarannya untuk mempertanyakan guru yang ada di SMAN1 Bangko, apakah memang benar itu Pungli atau hanya mendidik anak agar anak bisa menjadi anak yang sering ber infak di jalan allah dan mau bersedekah.

Saat awak media. Menjumpai. Salah seorang guru Bahasa Indonesia dan sekaligus staf humas, pak Eko wahyudi , tuturnya memang ada salah satu media yang saya baca, telah menuding saya dan mengatakan bahwa saya mengatakan memang Pungli sementara saya tidak ada mengatakan Pungli dan saya di tuduh dan di fiknah.
Tudingan mengenai Pungli infak Musholla yang diwajibkan bagi siswa SMAN 1 Bangko tidaklah benar. Hal ini adalah bersifat sedekah dan sedikitpun tidak ada paksaan atau tekanan. Siswa SMAN 1 Bangko bersedekah untuk kelancaran pembangunan Musholla untuk kelancaran kegiatan ibadah siswa SMAN 1 Bangko.
Berita yang menyampaikan bahwa oknum staff Humas SMAN 1 Bangko membenarkan pungli juga tidak benar. Dikarenakan bahwa konfirmasi mengenai Infak atau sedekah untuk pembangunan Musholla dilaksanakan dengan kerelaan hati siswa dan tidak ada kata wajib untuk berinfak setiap hari.
Infak ini juga memberikan edukasi kepada siswa bagaimana bersedekah untuk amal jariyah mereka dan menjadi implementasi pembelajaran keagamaan bagi diri siswa. Infak atau sedekah dari siswa SMAN 1 Bangko untuk pembangunan Musholla bukanlah pungli, karena setiap anak tidak diwajibkan untuk berinfak, hanya keikhlasan hati dari mereka.
Perjalanan infak siswa SMAN 1 Bangko untuk Musholla dari periode Januari 2024-Oktober 2024 dan itupun tidak sepenuh dalam periode tersebut infak dikumpulkan. Dalam hal ini, tidak semua siswa juga yang berinfak, karena memang ini murni bersedekah dan tidak ada paksaan sama sekali untuk para siswa.
Konfirmasi ini menegaskan bahwa tidak ada indikasi pungli yang dilakukan di SMAN 1 Bangko, semua adalah untuk kebaikan bersedekah dan membangun amal jariyah untuk pembangunan Musholla yang akan digunakan oleh siswa SMAN 1 Bangko dalam beribadah.
Kami juga berharap pembangunan ini cepat selesai agar kegiatan ibadah siswa SMAN 1 Bangko bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan semoga bisa menjadi kerja sama yang baik bagi seluruh elemen yang ingin bersedekah untuk pembangunan Musholla SMAN 1 Bangko.ungkapan wakil humas eko.
Lanjut afrimawati selaku guru yang mana tentang kedatangan awak media mempertanyakan dalam hal untuk frifikasi tentu saya bertanya,pernyataan tentang ” Gimana caranya pak” merupakan bagian dari sikap Menghargai bukan karena ketidak mampu menjawab atau menghindari klarifikasi,
kami menghormati peran media dalam menginformasikan kepada publik, Namun kami berharap agar penyampaian informasi dilakukan dengan proposional, tidak mengambil kesimpulan sepihak dari potongan interaksi informal.
Dan terus terang aja tidaklah mungkin kami mau memakan uang infak anak anak kami apalagi uang infak tersebut untuk rumah ibadah sangat lah besar sekali dosa kami apabila memakan uang infak untuk pembangunan Musholla tersebut ungkapan afrimawati kepada awak media kobkatimes. Com.
Lanjut selaku wali murid. Saya sangat menyayangkan tentang tudingan punglii infak pembagunan mushola , sementara saya selaku wali murid apa yang dianjurkan untuk infak pembangunan mushola itu sangat lah baik sekali apalagi tidak di paksa dan terus terang aja anak saya jarang memberi berarti kan tidak ditetapkan.
Kami juga berpikir karna dengan 1000 bersedekah tidaklah berat bagi kami malah kami bersyukur agar anak -anak kami mau ber infak untuk kebaikan nya. Dari pada sisa jajan sekolah dibelikan kerokok kan lebih baik bersedekah untuk musholla SMAN1 yang akan dibangun. Karna berguna bagi amal sedekah dia akhirat nanti.
Sementara sebagian uang yang diinfak untuk pembangunan Musholla sudah ada buktinya baru mulai pondasi dan tiang, bagi diri saya tidaklah mungkin seorang guru mau memakan uang infak musholla tersebut karna dosanya sangat berat apa bila memakan infak seseorang untuk pembangunan Musholla tersebut. (Diarto)


