Bagansiapiapi — Komunitas Seni Budaya Anak Sungai (KSB Anak Sungai) Kecamatan Sinaboi kembali menorehkan prestasi melalui keterlibatan siswa-siswi SD Negeri 007 Serusamati dalam gelar konser amal untuk anak-anak Palestina, yang dilaksanakan di depan Kantor BPKAD Kabupaten Rokan Hilir, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Sabtu (6/12/2025).

Sebanyak lima orang siswi terpilih, yakni Aisyah, Zahra Anjelika, Indri, Silvy, dan Erin, tampil dalam sebuah pertunjukan teaterikal kontemporer yang memadukan unsur puisi, teater, tari, dan musik. Mereka membawakan peran sebagai anak-anak Palestina yang menjadi korban konflik dan kehilangan tempat tinggal akibat serangan bom di Gaza.
Koordinator KSB Anak Sungai, Joko S., menyebutkan bahwa kelima siswi tersebut merupakan anak-anak berbakat yang telah menjalani proses pembinaan intensif dalam bidang seni pertunjukan.
“Mereka ini memang anak-anak pilihan. Berbakat, disiplin, dan cepat memahami materi latihan. Ini adalah penampilan kedua mereka di panggung besar,” ujar Joko.
Sementara itu, seniman teater Rokan Hilir, Atuk Aal Rahim Sekha, yang turut memilih langsung para peserta, menjelaskan bahwa keterlibatan anak-anak dalam pementasan ini bertujuan untuk menumbuhkan empati sekaligus memperkenalkan seni pertunjukan sejak dini.
Pengarah pertunjukan, Didit Aditya Sudarno, mengatakan bahwa konsep teaterikal yang ditampilkan dirancang agar mudah dipahami anak-anak.
“Kami mencoba memadukan unsur seni yang dekat dengan dunia mereka, sambil mengenalkan dasar-dasar seni pertunjukan secara perlahan,” jelas Didit.
Dari pihak sekolah, guru pembimbing seni, Ibu Sillvya, mengaku bangga melihat kemampuan murid-muridnya tampil dengan penuh penghayatan di hadapan publik.
“Ini bukan hanya soal tampil di panggung, tetapi tentang membangun keberanian, empati, dan kecintaan terhadap seni,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SD Negeri 0007 Serusamati, Musmuliadi, S.Pd., MM, yang hadir saat gladi bersih.
“sangat mendukung kegiatan ini. Konser amal ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran nyata bagi siswa mengenai seni, kemanusiaan, dan kepedulian sosial,” tegas.”
Salah seorang orang tua siswa, orang tua dari Indri, yang memerankan anak Palestina yatim piatu dalam pementasan, turut mengungkapkan rasa haru dan dukungannya.
“Kami mengizinkan dan mendukung anak kami ikut tampil, karena ini merupakan kegiatan yang baik untuk mendidik rasa kemanusiaan sejak dini,” ucapnya.
Konser amal ini tidak hanya menjadi rangkaian pertunjukan seni, tetapi juga sarana penggalangan solidaritas untuk rakyat Palestina, khususnya anak-anak korban konflik. KSB Anak Sungai berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap isu kemanusiaan melalui jalur seni dan budaya. ( kontributor Kobka Time)


