Bagansiapiapi-kobkatimes.comSeminar peningkatan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia kesenian tradisional kabupaten Rokan Hilir tahun 2025

Acara workshop turut dihadiri Kadis pendidikan dan kebudayaan M. Nur hidayat SH. MH. Beserta istri Kabid kebudayaan Syamsul S.Pd.M.Pd beserta istri, para peserta workshop dan Nara sumber.
Dalam sambutan ketua panitia Rubi Hastuti S. Pd. M. M menyampaikan seluruh peserta Workshop seni tradisi inovatif WBTB rohil bisa menghadiri acara pembukaan Workshop seni tradisi pada malam ini di aula hotel grand Bagansiapiapi.

Rubi Hastuti, S.Pd MM juga menjelaskan bahwa kegiatan ini menggunakan Anggaran APBD Tahun 2025 dan jumlah peserta sebanyak 50 orang .
Yang mana kegiatan workshop dilaksanakan pada tanggal 23 s/d 25 Desember 2025 di hotel grend Bagansiapiapi dengan peserta terdiri dari guru kebudayaan dan sanggar seni yang berada di kabupaten Rokan hilir.

Dalam kegiatan Workshop seni tradisi inovatif WBTB Rokan hilir dapat meningkatkan kesadaran dan kreatifitas masyarakat dalam mengembangkan kesenian teadisi di Rokan hilir oleh karena itu kami berharap kegiatan dapat terus dilaksanakan sesuai dengan undang-undang no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Dan undang undang no 11 tahun 2010 tentang Cagar budaya.

Lanjut kata sambutan kadis pendidikan dan kebudayaan H. Muhammad Nur hidayat S.H.MH;
Mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia pelaksana dalam acara Workshop seni tradisi dan WBTB rohil.

Dan juga untuk kita ketahui bersama bahwa ada 7 yang sudah terdaftar di WBTB seperti antara lain :
1.Belancang
2.Tari Inai pinggan 12
3.Silat 40 hari
4.Silat 21 hari
5.Bekoba
6.Atib kuambai
7.Sapin bagan

Nur hidayat juga memintak kepada salah satu Nara sumber kepada delsi agar nanti bisa jugak dimasukan be zike ke WBTB karna sebagian masyarakat yang berada di penipahan setiap acara perkawinan atau acara kitanan masih sering menggunakan bezike tersebut.
Untuk itu nanti dengan adanya kegiatan Workshop seni tradisional ini bisa menjadi penting bagi diri kita untuk melestarikan budaya budaya yang ada di Rokan hilir ini.
Agar nanti budaya yang ada tidak hilang begitu saja sampai ke anak cucu kita nantinya. Tutup Nur hidayat. (Diarto)


