Pencopotan dilakukan terhadap Kapolsek dan Kanit Reskrim sebagai langkah evaluasi internal kepolisian.
Keputusan ini menyusul gangguan keamanan di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir.
Situasi memanas saat aksi warga berkembang menjadi kericuhan yang sulit dikendalikan aparat setempat.
Irjen Herry menegaskan langkah-langkah tersebut bentuk tanggung jawab menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Ia menilai pengendalian situasi belum berjalan optimal sehingga eskalasi konflik tidak terhindarkan.
“Ini bentuk evaluasi karena ada hal yang tidak berjalan sesuai harapan menjaga kamtibmas,” ujarnya.
Menurutnya, pemimpin wilayah wajib peka membaca potensi gangguan sejak tahap awal perkembangan.
Kegagalan membaca situasi dinilai berkontribusi terhadap meluasnya tindakan hingga sulit dikendalikan.
“Pimpinan harus hadir dan peka, jika tidak maka langkah korektif harus dilakukan,” tegasnya.
Sejak awal kejadian, aparat bersama pemerintah daerah langsung turun meredam situasi di lapangan.
Kapolres Rokan Hilir dan wakil bupati melakukan pendekatan dialog kepada masyarakat setempat.
“Kami bergerak cepat, mengedepankan dialog agar situasi tidak semakin memburuk,” katanya.
Langkah lanjutan dilakukan dengan pengawasan ketat dari jajaran Polda Riau.
Wakapolda, Irwasda, serta Kabid Propam turun langsung memastikan kondisi tetap terkendali.
Koordinasi intensif dilakukan bersama pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah tersebut.
Irjen Herry memastikan kondisi Panipahan kini mulai kondusif setelah penanganan intensif dilakukan.
Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal meski pengawasan aparat tetap diperketat saat ini.
Langkah preventif terus diperkuat guna mencegah potensi gangguan serupa terulang kembali.
Ia juga menyoroti keresahan warga terkait dugaan beredarnya narkoba di wilayah tersebut.
Penanganan kasus narkoba dipastikan menjadi prioritas dengan pendekatan hukum yang tegas.
“Kami akan menindak tegas masalah narkoba sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.
Kapolda mengimbau masyarakat untuk tidak memprovokasi isu-isu yang dapat memperburuk situasi keamanan daerah.
Ia meminta warga mempercayai proses hukum kepada aparat tanpa melakukan tindakan yang melanggar aturan.
“Jangan terprovokasi, percayakan penanganannya kepada aparat penegak hukum,” ucapnya mengingatkan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.
Sinergi antara aparatur dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan situasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Mari jaga keamanan bersama agar situasi tetap aman dan damai,” tutup Irjen Herry *


