BAGAN SIAPIAPI – Tokoh pemuda inspiratif, Darmawi, resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Bakal Calon Penghulu Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.Darmawi dikenal luas sebagai penggerak olahraga voli pada masanya.

Ia pernah mengharumkan nama Kepenghuluan Bagan Jawa melalui klub bola voli persatuannya, Group BAJA. Selain aktif di bidang olahraga, Darmawi juga memiliki rekam jejak yang matang di pemerintahan desa.
Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Kepenghuluan Bagan Jawa dan sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep) Bagan Jawa.

Pria yang akrab disapa Ucu Mawi ini didampingi oleh seorang istri setianya, Siti Nakila, yang berprofesi sebagai Guru Sekolah Dasar (SD). Siti Nakila merupakan putri kandung dari almarhum Syafwan, seorang tokoh masyarakat sekaligus penggiat seni budaya Melayu (kompang) yang sangat dihormati atas dedikasinya semasa hidup sebagai guru di SDN 007 Bagan Jawa. Mewarisi semangat juang sang mertua dan kecintaannya pada tanah kelahiran, putra asli Bagan Jawa ini bertekad bulat mengabdikan diri demi kemajuan kampung halamannya.
Saat dikonfirmasi, Darmawi menjelaskan bahwa motivasi utamanya maju adalah untuk membawa perubahan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu program unggulan yang ia siapkan adalah penguatan ketahanan pangan di sektor peternakan dan perikanan darat.
“Kami ingin mengembangkan potensi peternakan ayam atau bebek petelur, serta budidaya ikan air tawar. Program ini tidak hanya untuk meningkatkan ekonomi Kepenghuluan, tetapi juga dirancang untuk menyuplai program Makanan Bergizi Gratis pemerintah serta menjadi pemasok utama di Koperasi Merah Putih,” ujar Darmawi.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Darmawi mengusung visi dan misi strategis sebagai berikut
Visi : Mewujudkan Kepenghuluan Bagan Jawa yang Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya Melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Digital dan Berbasis Pelayanan Prima.
Misi :
1. Transformasi Tata Kelola Digital: Digitalisasi pelayanan publik demi terciptanya sistem yang cepat, transparan, dan akuntabel.
2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat: Optimalisasi potensi pertanian dan perkebunan serta mendongkrak kesejahteraan pelaku UMKM lokal.
3. Peningkatan Infrastruktur Strategis: Percepatan pembangunan jalan kepenghuluan, jalan prioritas masyarakat, dan sarana publik interkoneksi.
4. Penguatan Religius dan Budaya: Pelestarian kearifan lokal “Negeri Seribu Kubah” dan penguatan identitas budaya Melayu yang agamis.
5. Peningkatan Kualitas SDM: Pemerataan akses pendidikan serta layanan kesehatan berkualitas untuk mencetak generasi yang berdaya saing.


