Bagansiapiapi.kobkatimes.com-Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir saat ini terus memeriksa dan mengaudit SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) penggunaan anggaran Dana Desa Tahun 2024 lalu yang telah diterima beberapa waktu lalu.
Ada 123 ASN yang pernah menjadi PJ Penghulu di 18 Kecamatan di periksa auditor yang turun ke lapangan melakukan pemeriksaan baik fisik maupun administrasi.
Hal ini di ungkapkan Kepala Inspektorat Kabupaten Rohil,Syarman Syahroni,Selasa (7/10/2025) saat di hubungi awak media Go Riau com
Menurut Syarman,pihaknya dari Inspektorat telah menurunkan auditor ke Kepenghuluan (desa) sekaligus meneriksa fisik dan SPJ penggunaan DD (Dana Desa) yang dilakukan saat ASN tersebut jadi PJ Penghulu.
” Auditor tim Inspektorat bertahap sudah turun,Minggu depan inspeksi lagi,kita melanjutkan pekerjaan tersebut agar tuntas secepatnya, ” Tegas Syarman mantan Sekwan DPRD Rohil yang kini menjabat Kepala Inspektorat Rohil menggantikan Roy Azlan beberapa waktu lalu.
” Kami serius bekerja,tidak main-main,kalau beberapa hari ini ada kesibukan lain,maka kita teruskan agar rampung audit, ” Akunya.
Audit dan pemeriksaan SPJ Pejabat Penghulu di Rohil ini terindikasi terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran dari negara tersebut.
Antara lain program Ketahanan Pangan (Ketapang) dan proyek fisik swakelola yang dipergunakan sewenang-wenang .
Ada yang membeli mobil bekas di jadikan ambulan,kebun nenas,ternak kambing,ayam,puyuh dan program lainya.
Terindikasi merugikan negara 200 juta hingga 300 juta, bahkan lebih juga pembangunan fasilitas umum di Mark up dibawah pagu nilai pengerjaan 200 juta peritem.
” Jika hasil audit ditemukan kerugian negara,wajib di kembalikan,jika tidak tentu berhadapan dengan proses hukum, ” Tetang Syarman Syahroni.
Seperti diberitakan beberapa waktu lalu saat Kepala Inspektorat Rohil Roy Azlan telah menurunkan auditor mengenai penggunaan Dana Desa.
Roy Azlan tancap gas memeriksa123 PJ Penghulu secara bertahap,namun Roy Azlan di mutasi sebagai Kepala Disdukcapil Rohil.
Kondisi dianggap oleh PJ Penghulu aman-aman saja dan persoalannya hilang,namun ternyata Inspektorat dibawah kepemimpinan Syarman Syahroni kembali mengerjakan tugas yang dikerjakan pendahulunya untuk menyelamatkan uang negara tersebut dan kini sedang berlanjut.


