Bagansiapiapi, menggelar kegiatan bedah naskah teater tradisional Melayu Rokan Hilir sebagai upaya pelestarian sekaligus penguatan apresiasi seni daerah.28 april 2026

Kegiatan ini merupakan kolaborasi KSB Rumah Panggung Sakinah, Sanggar Kenari Riau, dan Jaringan Teater Riau Koordinator Rokan Hilir. Sejumlah narasumber hadir, di antaranya Dedek Hendratno dan Ilham Panglima Steban yang berbagi pengalaman keaktoran berdasarkan pementasan mereka pada Festival Teater Remaja 2003 di Pekanbaru, di mana mereka meraih juara pertama.
Turut hadir M. Khudri Anwar (Om Brewock) dan Hakim Syafrudin yang mengulas penguatan struktur dramatik, pendalaman naskah, serta relevansi teater tradisional di era kini. Kegiatan dipandu Atuk Aal Rahim Sekha dengan suasana interaktif dan diskusi lintas generasi.

Peserta merupakan siswa SMA Negeri 2 Bangko yang didampingi guru pembina Suci Deviska, S.Pd. Keterlibatan pelajar menjadi langkah strategis menumbuhkan minat generasi muda terhadap teater tradisional Melayu.
Dalam sesi kajian, naskah “Pinangan Liuk” karya Sudarno Mahyudin dinilai sebagai drama komedi klasik satu babak dengan kekuatan pada dialog, karakter, serta konflik yang relevan. Tema utama yang diangkat adalah perlawanan terhadap kezaliman melalui kecerdikan dan kebersamaan, disertai nilai cinta, adat, dan religiusitas.

Secara artistik, naskah ini mengusung konsep panggung sederhana dengan nuansa rumah Melayu. Properti seperti gelang tali ijuk menjadi simbol utama konflik, didukung unsur komedi, efek visual “kuwok longsong”, serta perpaduan adegan silat dan dangdut yang menjadi puncak pertunjukan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa teater tradisional Melayu tetap hidup, komunikatif, dan layak dikembangkan sebagai media pembelajaran budaya bagi generasi muda.


