Tausiyah Dzuhur Yang Disampaikan Oleh Ust. Chairul Ichwan, S.Pdi

Pekanbaru – Sayyidina Rabi’ah Aslami Radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Suatu ketika pernah terjadi kesalahpahaman antara aku dan Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu.

 

Ia berbicara kasar kepadaku, sehingga aku tersinggung. Ketika ia menyadari kesalahannya, ia berkata kepadaku, ‘Ucapkanlah kata-kata kasar kepadaku sebagai balasan!’ Namun, aku menolaknya.

 

Ia berkata, ‘Kamu harus mengucapkannya. Jika tidak, akan ku adukan kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam!’ Aku tetap tidak menjawab apa pun.

 

Lalu, ia bangun dan pergi meninggalkanku. Ketika itu, beberapa orang dari kabilahku (Banu Aslam) yang menyaksikan kejadian tersebut berkata, ‘Orang ini aneh sekali.

 

la sendiri yang bersalah dan ia sendiri yang mengadukannya kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Aku berkata, Tahukah kamu siapa dia?

 

Dialah Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu. Jika ia marah kepadaku, tentu Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kekasih Allah Subhaanahu wata’ala akan marah kepadaku, dan jika beliau marah, maka Allah Subhaanahu wata’ala pun akan marah.

 

Jika demikian, maka Rabi’ah pasti akan binasa. Kemudian aku pergi menemui Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan kejadian tersebut. Beliau bersabda, ‘Sikapmu benar, memang sebaiknya kamu tidak membalasnya, tetapi katakanlah, “Semoga Allah Subhaanahu wata’ala memaafkan mu, wahai Abu Bakar.”

 

Kisah sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu tentang Abu Bakar ra tersebut disampaikan oleh Ustadz Chairul Ichwan sekira pukul 12.30 wib di Masjid Al- Mizan Kejaksaaan Tinggi Riau., Rabu  (23/8/2023).

 

Kemudian di hadapan jemaah yaitu di sampaikan kepada Pegawai dilingkungan Kejati Riau yang beragama Islam, Ust. Chairul Ichwan, S. PDI menyampaikan Inilah contoh perasaan takut kepada Allah Subhaanahu wata’ala.

 

Hanya karena sepotong kalimat yang sepele, Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu demikian takut balasannya (di akhirat). la sangat cemas dan khawatir, sehingga ia sendiri yang minta dibalas, bahkan mengadukannya kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam agar Sayyidina Rabi’ah Radhiyallahu ‘anhu membalasnya, tutup Ustadz Chairul Ichwan.

 

Terpisah,  saat dikonfirmasi terkait Kegiatan Tausiyah Ba’da Dzuhur, Kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto SH., MH., mengharapkan dengan dilaksanakan Tausiyah Ba’da Dzuhur ini diharapkan pegawai Kejaksaan Tinggi Riau dapat mengajak kepada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran.

 

ini semua dilakukan semata-mata untuk memuliakan agama Allah diatas bumi-Nya, serta untuk kebaikan manusia itu sendiri, tambah Kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto. (Diarto)

idulfitri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *