ROKAN HILIR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan mengintensifkan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah Rokan Hilir.

Meski di wilayah Kabupaten Rokan Hilir saat ini berada pada kondisi zero hotspot (nihil titik api), paparan kabut asap pekat disinyalir merupakan kiriman dari wilayah tetangga di bagian selatan Sumatra.
Berdasarkan pantauan, sejumlah daerah tetangga seperti Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung mencatatkan peningkatan titik api yang cukup signifikan.

Bahkan di Sumatra Selatan saja, terpantau lebih dari 3.800 titik hotspot.
Sebagai langkah strategis dalam meminimalisir dampak kesehatan akibat kualitas udara yang tidak sehat berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)

Dan kami menghimbau kepada Masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah demi mengantisipasi paparan kabut asap.
Selain edukasi kesehatan, BPBD secara tegas mengingatkan seluruh pemilik lahan agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.

Mengingat wilayah Rokan Hilir sebagian besar merupakan kawasan lahan gambut serta berpotensi memasuki siklus El Nino, pembakaran lahan akan sangat berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meluas.
Pihak berwenang juga menegaskan bahwa tindakan pembakaran lahan secara sengaja dapat dikenakan sanksi pidana yang berat.(kobka)


