Bagnsiapiapi-Upacara Ceng Beng, atau Qing Ming (清明), adalah salah satu upacara tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan berziarah sesuai dengan ajaran agama Khonghucu.

Saat awak media mewawancarai selaku panitia dan keamanan kuburan cina yang sudah lama dipercaya oleh suku Tionghua yang ada di bagan Jawa yang sering dipanggil UCOK B. Tuturnya ”
Ceng Beng atau sembahyang kubur merupakan upacara masyarakat Tionghoa yang sangat mencintai dan menghormati leluhurnya, seluruh keluarga. Tradisi masyarakat Tionghoa yang mendoakan leluhur, orang tua dan keluarga yang sudah meninggal. Tradisi tahun ini mulai dilaksanakan mulai 21 Maret s.d 5 April 2026.24 Mar 2026

Ceng Beng juga dikenal sebagai Hari Semua Arwah, Festival Bersih Terang, Festival Ziarah Kuburan, Hari Menyapu Kuburan, dan Hari Peringatan Musim Semi.
Pada upacara ini, warga Tionghoa akan datang ke makam leluhur untuk membersihkan makam dan bersembahyang dengan membawa makanan tradisional, teh, arak, dupa, kertas sembayang, aksesori, dan berbagai persembahan untuk nenek moyang.

Perayaan Ceng Beng dilaksanakan untuk mengingat dan menghormati nenek moyang, berdasarkan ajaran Konfusianisme yang menekankan Xiao (孝), untuk berbakti pada orang tua dan menghormati leluhur, baik saat hidup maupun saat sudah tiada.
Adapun tujuan lain dari Ceng Beng adalah supaya keluarga dapat berkumpul bersama dan mengeratkan hubungan keluarga.
Dalam upacara Ceng Beng perlu diperhatikan hal-hal untuk persembahan Makanan persembahanSecara tradisional, makanan persembahan untuk leluhur terdiri dari buah-buahan, kue basah, teh, arak, manisan, dan menu makanan utama. Dengn adanya sembahyng kubur yang ada dibagan Jawa banyak masyarakat mencari rezki baik pengecatan kubur dan lain lainya Tutup ucok.
.


