BENGKALIS – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) menggelar Sosialisasi Strategi Promosi Event Daerah di Era Digital, Selasa, 3 November 2026 di aula hotel Twin Bengkalis.

Kegiatan yang dilaksanakan menjadi salah satu upaya Kementerian Pariwisata dalam mendorong pengembangan dan promosi potensi pariwisata daerah melalui pemanfaatan teknologi digital, sehingga berbagai event dan kekayaan budaya daerah semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Johansyah Syafri, menyampaikan bahwa persaingan antar daerah dalam menarik kunjungan wisatawan saat ini semakin kompetitif.

Menurutnya, promosi pariwisata tidak lagi cukup hanya mengandalkan baliho, brosur maupun kegiatan seremonial. Namun, diperlukan event yang menarik, memiliki identitas kuat, serta dipromosikan secara kreatif melalui berbagai platform digital.
“Kita hidup di era ketika sebuah destinasi dapat dikenal luas melalui satu konten digital, sebuah tradisi dapat menarik perhatian lintas generasi, dan sebuah event lokal dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital harus dilakukan dengan kreativitas, strategi dan konsistensi. Promosi event juga tidak boleh hanya dilakukan menjelang hari pelaksanaan, tetapi harus dirancang sejak awal, diperkuat selama kegiatan berlangsung, dan dilanjutkan setelah kegiatan selesai.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendorong pemanfaatan media sosial, video kreatif, narasi budaya, kolaborasi komunitas serta jaringan promosi digital guna menjangkau calon wisatawan secara lebih luas dan tepat sasaran.
Johansyah juga menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengunggah foto dan video, melainkan bagaimana membangun cerita, menciptakan ketertarikan, menjangkau pasar, serta mendorong masyarakat untuk datang berkunjung.
Menurutnya, kekayaan budaya Melayu dan keunikan Kabupaten Bengkalis harus menjadi identitas sekaligus pembeda yang mampu menarik perhatian wisatawan.
“Kami menyadari bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah, pelaku usaha dan UMKM, komunitas budaya, generasi muda hingga insan kreatif,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Hendri Munief menyampaikan perhatian dan komitmennya dalam mendorong peningkatan sektor pariwisata, khususnya melalui pemanfaatan ruang digital.
Menurutnya, konten digital memiliki kemampuan menjangkau masyarakat hingga tingkat nasional bahkan internasional. Dengan demikian, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bengkalis dapat diperkenalkan lebih luas sehingga semakin dikenal dan diminati masyarakat.
Ia berharap melalui sosialisasi strategi promosi pariwisata tersebut dapat lahir berbagai gagasan baru dan inovasi dalam mengembangkan potensi daerah, sekaligus menghadirkan perubahan positif bagi kemajuan sektor pariwisata Bengkalis.
Senada dengan itu, Zahraini yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkalis – Bantan menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mempromosikan Kabupaten Bengkalis ke luar daerah.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan satu kali, tetapi dapat terus dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga promosi potensi daerah semakin maksimal.
Menurutnya, upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan promosi yang kreatif, inovatif dan berkelanjutan, Kabupaten Bengkalis semakin dikenal luas, menjadi daerah tujuan wisata yang diminati, serta mampu mewujudkan Bengkalis yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera serta Unggul di Indonesia.(rofidah)


