Rohil- Sejumlah personel Polri dari Polsek Rokan hilir. berdiri tegap, mengenakan tanjak di kepalanya, sebuah simbol kearifan lokal dan kehormatan budaya Nusantara. Tanjak yang melingkar kokoh melambangkan akal budi, ketajaman pikiran, dan kesiapsiagaan dalam mengambil keputusan yang adil.
Bukan sekadar penutup kepala, melainkan mahkota pengabdian, tempat nilai-nilai luhur bangsa bersemayam.
Seragam Polri yang dikenakan merepresentasikan negara dan hukum, sementara tanjak menghadirkan ruh budaya yang menautkan tugas kepolisian dengan akar masyarakat yang dilayani.
Perpaduan ini menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang memahami jati diri bangsanya.
“Dalam setiap langkah pengabdian, tugas-tugas pelayanan masyarakat, tanjak menjadi pengingat akan amanah leluhur, sebagaimana pesan yang disampaikan pimpinan Kapolresta Pekanbaru, Kapolda Riau menjunjung tinggi kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab.
Polri harus hadir disetiap lini masyarakat, berkolaborasi, bersinergi dalam menghadapi berbagai tantangan masyarakat.
Saat salah seorang awak media mewawancara Bhabinkamtipmas
Ardi. Tuturnya ;Menurutnya, personel kepolisian dengan tanjak adalah simbol harmonisasi antara kekuatan negara dan kearifan lokal, teguh dalam prinsip, humanis dalam tindakan, serta setia mengabdi demi keamanan dan keadilan bagi seluruh masyarakat.
Kapolsek juga menilai bahwa kepedulian kepolisian harus diwujudkan dengan tindakan nyata, selaras dengan program kepolisian yang saat ini berjalan di Riau, salah satunya tentang lingkungan.
Dengan semangat green policing, kepolisian polsek bangko terus berupaya memaksimalkan kegiatan kemasyarakatan, penanaman pohon, gotongroyong bersama secara berkala, edukasi Kamtibmas dan berkolaborasi elemen penting masyarakat lainnya.


